Home » » Kumpulan Cerita Horor di Gedung DPR Senayan

Kumpulan Cerita Horor di Gedung DPR Senayan


Gedung DPR senayan yang begitu besar bukan saja menyimpan banyak cerita politis tapi juga mistis alias horor. Cerita-cerita horor di manapun kita berada pasti banyak, meskipun masalah kevalidannya susah dibuktikan secara empiris. Bukan hanya susah, tapi siapa juga yang mau sengaja melihat kuntilanak, kan tak ada yang mau.

Seorang Aspri (asisten pribadi, sebutan bagi sekretaris pribadi anggota dewan, umumnya perempuan), sebut saja inisialnya AD. Ia sudah menjadi aspri sejak tahun 2004. Sampai sekarang tak pernah berani naik lift sendirian jika tak ada orang di lift itu. Bukan hanya di malam hari (karena staf anggota dewan waktu kerjanya tak menentu) tapi di sore hari pun ia enggan. Setelah ditanya kenapa, akhirnya ia cerita. Dulu pada tahun 2008 pernah melihat penampakan di lift. Penampakan sosok perempuan menakutkan.

Gedung Nusantara I DPR yang berjumlah 23 lantai, di setiap lantainya selalu ada cerita-cerita horor jika ditanya ke para penghuninya. Misalnya di salah satu lantai (tak usah disebutkan nomor lantainya karena setiap lantai identik dengan nama fraksi), kemarin saya mengobrol cukup lama dengan salah seorang tenaga ahli yang ruangannya di lantai itu. Ujung-ujungnya pembicaraan ke kisah horor. Sudah ada 4 orang yang melihat penampakan serupa di sebuah ruangan: ruangan petinggi fraksi lagi. Lagi-lagi penampakan, yang katanya hantu, sosok perempuan. Rinci dengan deskripsi yang sering kita jumpai di film-film: rambut panjang terurai menutupi mata, baju putih, dan detail lainnya.

Awalnya aspri (perempuan) yang melihat. Ketika ia sedang asyik di depan komputer tiba-tiba di sebelahnya sudah berdiri sosok perempuan yang mengerikan. Tak bersuara tapi dengan sorotan mata kosong ke arah yang sama aspri itu menghadap. Sontak saja ia berteriak dan lari ketakutan. Beberapa hari kemudian setelah ia bercerita, temannya penasaran. Mungkin ingin membuktikan. Ia masuk pada saat malam ke ruangan itu. Ternyata melihat juga sosok perempuan menakutkan. Cerita itu kemudian beredar di kalangan para staf di lantai itu. Beberapa bulan kemudian perempuan itu menampakkan diri pada pamdal (satpam) dan staf yang lain.

Cerita-cerita horor makin banyak kalau ditanya ke pamdal. Banyak pamdal yang memiliki cerita horor dengan versinya masing-masing. Seorang pamdal menceritakan dirinya yang waktu itu sedang berpatroli. Ketika sampai di sebuah pohon rindang motornya tiba-tiba mati. Tak bisa distarter lagi padahal ia yakin bensin penuh dan motor tak pernah mogok. Tiba-tiba berkelebat di depannya bayangan hantu perempuan menakutkan. Anehnya ia tak bisa beranjak dari tempatnya berdiri. Mau lari juga tak bisa seolah dikunci. Mau teriak pun tak bisa, hanya bisa menganga sambil ketakutan. Untungnya hanya beberapa saat saja, di saat bayangan itu hilang, ia bisa berteriak. Pamdal itu pun lari sekencang-kencangnya.

Ada lagi cerita mistis lain. Menurut staf yang sudah bekerja 8 tahun, ia mengamati bahwa kalau ada anggota dewan yang meninggal dunia atau kecelakaan itu pasti pada saat reses. Fenomena ini menurutnya aneh, dan ia menghubungkannya dengan hal-hal magis seperti santet, pemujaan, dan sebagainya. Bagi saya yang cuma sebagai pendengar ya hanya mendengarkan saja. Meskipun informasi ini terdengar agak out of ratio.

Saya sendiri berpendapat, dan saya kemukakan pada saat obrolan makan siang, bahwa kalau hantu sih mungkin bukan, tapi kalau jin iya. Karena jin itu memang ada di setiap tempat. Saya bahkan punya teman yang bisa melihat jin dengan mata telanjang dan ketika ia main ke kantor ia menunjukkan tempat-tempat di mana sang jin berada. Di semua penjuru rumah dan gedung-gedung, menurutnya, bukan hanya di tempat angker, jin itu ada. Tapi ada yang iseng ada yang tidak. Bahkan lebih banyak yang tidaknya daripada yang isengnya. Nah, bagi jin yang iseng itu pun tak bisa sembarang menampakkan diri pada manusia. Karena jin di saat ingin menampakkan diri pada manusia ia harus memiliki kemampuan yang sangat super. Tidak sembarang jin yang bisa menampakkan diri. Itu karena jin harus bisa menembus batas-batas materi yang memisahkan alam jin dengan alam manusia. Dan ini tak bisa dilakukan oleh sembarang jin. Bahkan menurutnya jin sama aktivitasnya dengan manusia. Di sana mereka juga sekolah, kuliah, seminar, dagang, dan berinteraksi sesama mereka layaknya kita. Apakah demikian adanya? Hanya Tuhan yang tahu

0 komentar:

Poskan Komentar